Senin, 01 Oktober 2012

Bisnis kuliner, tetap berprinsip ekonomi syariah

Yogyakarta.com. Bulan-bulan ini adalah dimana mahasiswa baru sudah mulai masuk di bangku kuliah. Tugas-tugas yang diberikan oleh dosen sangatlah menumpuk. Tetapi bagi mahasiswa satu ini dia tetap saja enjoy dan tetap menjalani kuliah dengan menambah kegiatan yaitu berbisnis. Bisnis kuliner yang sangat digemari oleh gadis mungil itu sangat membantunya dalam menjalani kegiatan kuliah sehari-harinya. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi islam ( STEI ) Yogyakarta ini mengaku sangat senang bisa menjalani kuliah dan berbisnis. " Karena saya kuliah di Jurusan Perbankan Syariah, maka saya berusaha untuk mempratekkan ekonomi islam dari yang paling mendasar dalam hidup saya, yaitu berbisnis dengan menggunakan prinsip ekonomi islam ", ujarnya sambil tersenyum ketika kami mewawancarai di rumahnya. Langsung tersentak hati kami, ketika kami mendengar kata-kata itu dari mulut gadis manis kelahiran Yogyakarta, 27 Mei 1993. Di umurnya yang masih muda, dia mampu mengaplikasikan mata kuliah yang diterima di kampusnya ke dalam bisnisnya.
" Sengaja saya mengaplikasikan ekonomi islam ke dalam bisnis saya, karena sampai saat ini menurut saya pengusaha di Yogyakarta, khususnya pengusaha muda jarang ada yang bisa menerapkan ekonomi islam ke dalam bisnis yang sedang digelutinya. Karena mayoritas dari mereka hanya menginginkan keuntungan yang besar tanpa  memperhatikan konsep dan prinsip yang telah ada dalam agama islam. ", jawabnya ketika kami bertanya mengapa dengan berani dia mengaplikasikan ekonomi islam ke dalam bisnisnya.
Gadis mungil ini tergolong mahasiswa yang sangat mandiri di kampusnya. bayangkan setiap harinya dia harus bangun jam 02.00 untuk membuat pizza mie tersebut. " Semua ini terjadi karena kepepet dan Allah tahu yang terbaik untuk hidup saya ". Kami mengaku sangat salut melihat kerja keras mahasiswa STEI Yogyakarta ini. Bayangkan ketika banyak mahsiswa dan teman-temannya yang pacaran atau nongkrong-nongkrong, dia tetap tidak ingin memikirkan pacaran dulu. " Pacaran bisa belakangan. Yang terpenting, mumpung masih muda kita gunakan waktu untuk meraih apa yang kita inginkan. Apalagi gadis seperti saya, yang tak akan ada waktu untuk memikirkan ke arah sana karena mengingat waktu saya sangat padat." dia berkata sambil tersenyum.Walaupun orang tuanya sudah tiada, dia tetap prinsip : SETIAP WAKTU ADALAH KESEMPATAN. Di mana kesempatan itu tidak akan pernah datang dua kali. Dan jangan pernah kecewakan orang-orang di sekitar kita yang telah berjasa dan menyayangi kita selama ini. Manjadda wa jadda
Hidup mahasiswa...!
Semangat wirausaha muda...!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar